.avatar-image-container img { background: url(http://l.yimg.com/static.widgets.yahoo.com/153/images/icons/help.png) no-repeat; width: 35px; height: 35px; }

"Memento Mori"

What is the PRECIOUS thing you TREASURE most in your LIFE?

"Memento Mori" means:

Remember you are mortal...

Vita brevis breviter in brevi finietur,
Mors venit velociter quae neminem veretur,
Omnia mors perimit et nulli miseretur,

Ad mortem festinamus peccare desistamus.


Pada mulanya anggota grup musik ini hanya terdiri dari Nasution bersaudara. Baru pada tahun 1969, Chrisye dan beberapa personil lain mulai mewarnai sejarahnya. Beberapa tahun setelahnya, mereka diundang ke New York untuk bermain di Restauran Ramayana milik Pertamina, dimana nama grup musik ini pun semakin mengharum. Apalagi setelah Guruh Soekarnoputra mengontak mereka , mencoba menggabungkan nuansa warna musik etnis Bali dengan gaya musik Barat dan lahirlah lagu-lagu fenomenal seperti Chopin Larung dan Bali Agung.

Guruh Gipsy, begitu nama grup musik tersebut. Meski hanya melahirkan satu album, tapi album itulah batu pijakan Chrisye dan Guruh dalam melangkah ke dunia pop Indonesia. Setelah itu, mereka berdua keluar dari cangkang dan berhasil menyabet segudang award dan prestise dari mana-mana. Album Badai Pasti Berlalu rilisan 1977 menyabet peringkat pertama dalam daftar “150 Album Indonesia Terbaik” menurut majalah Rolling Stone Indonesia tahun 2007 dan telah beberapa kali mengalami gubahan aransemen, yang pertama oleh Erwin Gutawa dan kedua oleh Andi Rianto. Sedangkan Guruh berhasil mempopulerkan kreatifitas dan bakatnya dengan melahirkan Swaramaharddhika dan Gank Pengangsaan. Meski sayang, konsistensinya dalam seni diputus dengan masuknya Guruh ke dalam dunia politik.

Sebagai pengagum Chrisye, saya ingin bercerita lebih tentangnya. Namun, ada hal lain yang lebih krusial untuk dibahas, yakni revolusi dalam budaya musik tersebut dan nantinya dalam budaya pada umumnya.

~{x-Penasaran? Langsung aja klik judulnya untuk artikel lebih lengkap...-x}~

Perjuangan Hidup


Sebuah istilah meskipun diyakini oleh banyak orang bahwa makna yang dikandung adalah sama, tetapi dalam implementasinya mempunyai kenyataan yang berbeda. Dalam hidup, misalkan, apa yang kita perjuangkan didalamnya? Sebagai umat Islam kita sudah mengetahui jika Dia tidaklah menciptakan manusia dan jin kecuali untuk beribadah kepadaNya. Dan kita juga sangat mengerti jika seorang muslim yang kuat dan berwawasan luas lebih tinggi derajatnya daripada golongan muslim lain yang bertolakbelakang sifatnya. Lantas apakah semua muslim sudah melakukan tiga hal sepele yang tertera diatas? Belum tentu. Bahkan yang menyadari secara kaffah pun relatif lebih sedikit daripada tidak. Kemudian, mengulang sebuah pertanyaan filosofis diatas yang terlihat simpel tapi dalam, sebenarnya apa yang kita perjuangkan dalam hidup ini?

Jawaban pun beragam. Pikiran seseorang yang skeptis mungkin hanya terbentur pada subjektivitas sempit seperti mencapai ketenaran, menjadi kaya, memiliki istri cantik dan mencapai posisi yang memaksa orang-orang untuk memandangnya dengan hormat ataupun menjalani hidup apa adanya tanpa berfokus pada suatu apa tanpa memiliki suatu idealisme. Ada juga beberapa yang menggantungkan citanya sedikit terlalu tinggi sehingga angan yang diharap merupakan kenyataan utopis. Ada juga yang berpegang teguh dengan tali agama, menelaah kitab-kitab dan lain sebagainya, tanpa membuahkan sesuatu yang berguna bagi orang disekitarnya. Ya, golongan terakhir ini sangat ‘produktif’. Keuntungan yang dihasilkan pun hanya berputar kepada diri sendiri, tidak ada hasil karya, tidak sanggup tercicipi orang lain. Egois.

Ibnu Khaldun dalam buku 'Muqaddimah'nya yang fenomenal menyatakan bahwa manusia adalah makhluk sosial dengan konteks yang lebih kompleks daripada sekedar bergotong royong. Sayangnya, egosentris masih sering terdapat dalam setiap individu muslim. Mengapa? Karena masih ada satu titik vital dalam beberapa individu yang belum menemukan atau malah 'enggan'  untuk mencari, yaitu apa idealisme perjuangan hidupnya. Mereka aktif dimana-mana, tapi hanya sekedar aktif, tidak kompetitif atau malah produktif. Mereka enggan bermandi letih hanya sekedar idealis tapi bukan manusia realis. 

Padahal, tahukah mereka jika keletihan bagi seorang pejuang adlaah kenikmatan? Dan yakinlah tidak ada balasan untuk kebaikan melainkan kebaikan pula. Ini merupakan janji langsung dariNya sebagai sugesti agar kita berjuang kepada idealism yang kita tuju. Membentuk Islam yang progresif? Meraih cita dengan pasti? Tawazun antara akhirat dengan kehidupan di bumi? Yang manapun itu, perjuangkan dengan giat, karena Dia lebih mencintai muslim yang rajin daripada sering bermalasan. Bangkitlah!

Saat bercengkrama dengan sebuah ideologi, manusia membutuhkan sesuatu untuk dicengkram. Sesuatu yang represif, lugas, simple, praktis, ekspresif, ekslusif dan otomatis dimaklumi oleh orang lain. Namun, alangkah dahsyat bagaimana tanda tangan antara satu sama lain, sering terdapat perbedaan. Dalam setiap garis lengkung, kurva, lurus, setengah lingkaran, menikuk tajam, masing-masing terdapat sebuah idealisme simbolis yang diungkapkan dengan tanda tangan.

Tapi tidak cukup dengan itu saja. Saat sebuah ideologi tersebut hadir agar dikenal orang banyak, tanda tangan sebagai ikon pribadi tidaklah cukup. Harus ada sebuah ikon pengganti, ikon khusus yang berkarakter, mudah diingat, umum dan praktis. Sama halnya dengan benda kecil mungil yang sering digandrungi para wanita. Seorang kawan pernah bertanya, “Mengapa selama ini intan, permata, mutiara, atau emas adalah sesuatu yang sangat berharga dan digila-gilai oleh banyak orang? Bukankah masih banyak benda-benda lain yang tak kalah indah, susah didapat, dan progresi pembuatannya pun sulit?”

"Am I sweet enough?"
Benda-benda itu, kawan, merupakan simbol aristokratik yang unik, elegan dan memberi pengertian berbeda dari sudut mana orang memandangnya. Logam mulia tersebut dianggap luapan perasaan yang dihibahkan oleh seseorang kepada orang yang terkasih, sebagai kado dan tanda bukti atas rasa sayangnya. Seorang kolektor, sanggup meniti perjalanan mengitari 5 benua hanya untuk mencari Heart of Eternity, The Allnatt  atau Wittelbasch dan sanggup menggadaikan 50% dari propertinya untuk itu. Mengapa wanita menyukai intan atau berlian? Karena di mata mereka, logam-logam mulia tersebut adalah ‘Pemanis’ bagi tubuh mereka.

~{x-Penasaran? Langsung aja klik judulnya untuk artikel lebih lengkap...-x}~

Jingga

Ada yang lelah
berpacu waktu
Enggan kuncup memekar ragu
Dalam setiap desah,
himpun semu

Ada yang tumbuh
mencitra satu
Jingga, hilang kemana?

Semburat surya silap mata
Kurcaci buta membidik luka
Patah ranting, muncul rimba

Di mata kupu..

Belai angin di pagi, lincah tari, rindang ilalang
Semi berguguran, dingin di kabut, silam menghilang
Gerik lembut butala padi-padi tatapnya nyalang
Meriah satu kesatuan
Dipadu satu garis lintang, melodi Anon dipadu kelintang

Seekor kupu-kupu tersesat di langit biru
Kepak sayapnya terikat dawai-dawai racun
Tapi lihat! Indah gemulainya berpadu
Hidupnya terikat benang-benang lembut
Yang kasat, yang ribut, yang melawak

Si kupu bilang, cantik jiwanya tergantung
sekarang terpasung



Dini hari, 11/11/11

Lentera Taman

Lilin padam membakar hujan
Dimana gemuruh kelabu meraung
dan satu-persatu bintang menghilang
Ragaku tersesat menuju Bulan

Hilangnya gemintang dimakan Bara
selalu bergelut, merajuk, takut
Lambat laun sinarnya menyusut
Disitu kau menuntut,
"Itu salah cermin pecah!"

Fajar membuncahkan sunyi di taman
dalam onggok daun berguguran, mawar biru bermunculan
Sang Penjaga Taman menyekat kaca sepasang-sepasang

Dimana Warna bukan Suara

Mungkin bukan kata, bukan juga rindang didamba
Pelita menggelap, gemintang dimana?
Hanya angin dan gemerisik air terpercik
lalu kau panjat satu untai prahara,
candamu hapus kawula duka

Merpati hinggap di pucuk langit membisik
silap di Surya, sayapnya jingga
sini biru terus merintih, jua
putih pualam bermandikan gerhana